"Bapak itu kalau sudah megang BB kayak patung tapi jari tangannya bergerak terus, sebel aku"
"Aku nggak suka kalau bapak memaksa sesuatu padaku"
"Aku ingin bapak selalu di dekat setiap hari, jangan jauh-jauh..."
Beberapa kalimat lainnya meluncur dari mulut anak-anak dan istriku saat berkumpul di ruang yang gelap gulita dalam rangka ikut berpartisipasi mensukseskan "EARTH HOUR" yang jatuh hari Sabtu, 26 Maret 2011 ini.
Tahun lalu Jakarta telah menghemat 80 MW saat pelaksanaan Earth Hour. Tahun sebelumnya lagi, dihemat sebanyak 50 MW. Tahun ini, alhamdulillah, meningkat lagi menjadi penghematan sebanyak 170 MW.
Di Yogya terlihat kurang adanya sosialisasi gerakan ini, sehingga ketika lampu rumah mati, maka lampu di rumah-rumah lain tetap saja hidup dan suara hingar bingar masih juga terdengar dimana-mana.
Mereka rupanya tidak menyimak acara apa saja yang sebaiknya dilakukan pada perayaan Earth Hour.
Suasana gelap gulita di ruang tamu lama-lama mulai terbiasa, sehingga ketika lampu kemudian dinyalakan, kita seperti sedang keluar dari gua dan lampu kecilpun terasa sangat menyilaukan.
Tidak terasa acara Earth Hour yang tadinya direncanakan selama 60 menit molor kemana-mana. Acara pertama kita masih saling merasa tiudak nyaman dengan situasi dan kondisi yang serba gelap.
Acara selanjutnya, saat semua sudah merasa siap ikut adalah cerita panjang lebar dari Ibunya anak-anak.
Yang diceritakan tentang acara tanggal 10 April, 17 April dan 23 April.
"Nanti tanggal 10 April bapak akan mengadakan acara blogshop di mie sehati. Ibu juga ngadain acara pelatihan membuat mie, jadi anak-anak harus bisa menggantikan peran ibu di acara bapak dan peran bapak di acara ibu"
"Tanggal 17 April, Ibu ke Surabaya untuk pelatihan Mie Ayam Sehati. Anak-anak harus pandai menjaga diri selama Ibu tidak ada di rumah"
"Tanggal 23 April gantian pak Dodi akan ke Yogya lagi untuk mengadakan pelatihan menulis buku metode 12 PAS. Nah, di hari itu juga ada pelatihan bisnis travel agent, jadi kita harus siap melaksanakan dua acara yang berbarengan itu. Apalagi nanti ada axcara reunian para penulis buku di hari itu juga"
Seperti biasa, Ibunya anak-anak kalau bercerita suka lamaaa banget. Tahu-tahu waktu 60 menit Earth Hour hanya tinggal 20 menit saja.
Di sisa waktu 20 menit itulah seluruh keluarga ini saling memberi masukan pada yang lain.
Ternyata acara saling memberi masukan ini seru juga. Paginya Lilo membuktikan kalau dia tidak susah kalau dibangunkan pagi-pagi.
"Lilo hebat, ternyata bapak salah memberi masukan tadi malam"
Semalam memang Lilo kurang bisa menerima ketika diberi masukan, sementara yang lain lebih banyak diam menerima dan menelaah masukan yang disampaikan.
"Orasng lain pasti lebih jelas memandang kita dibanding kita memandang diri sendiri"
Terima kaish buat pemrakarsa Earth Hour. Berkat acara ini, kami bisa saling memberi masukan untuk membentuk keluarga yang lebih baik lagi. Insya Allah. Amin.
Tampilkan postingan dengan label earth hour. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label earth hour. Tampilkan semua postingan
Minggu, Maret 27, 2011
Jumat, Maret 26, 2010
Dukung Earth Hour 2010
Mau ikutan dukung "Earth Hour Indonesia 2010"?
Ini petunjuk dari situs Earth Hour buat individu yang ingin mendukung acara ini. Silahkan tambahi dengan kreatifitas anda. Jangan lupa tulis ide segar anda di kolom komentar.
+++
Pada 27 Maret 2010 jam 20.30, jutaan manusia di seluruh dunia akan mematikan lampu mereka selama satu jam — Earth Hour — untuk mendemonstrasikan keprihatinan pada planet tempat kita tinggal. Aksi ini juga merupakan salah cara untuk mengirimkan seruan kepada para pemimpin kita untuk segera bertindak guna mengatasi perubahan iklim.
Di bawah ini beberapa ide mengenai hal-hal yang bisa dilakukan dalam gelap oleh diri sendiri atau bersama yang lainnya:
1. Undang teman dan keluarga untuk pesta “tanpa lampu” di depan rumah.
Sajikan hidangan ringan yang merupakan produksi negeri sendiri, sambil bermain gitar dan bernyanyi bersama.
2. Matikan lampu, komputer dan telepon selular. Gunakan waktu sunyi tersebut untuk berisitrahat dari dunia listrik dengan bermeditasi untuk rileksasi pikiran dan tubuh.
3. Undang teman spesial untuk makan malam romantis atau hanya sekedar ngobrol sambil ditemani cahaya lilin.
4. Undang teman-teman untuk kemping di halaman rumah. Menyanyikan lagu, berbagi cerita-cerita seram, dan membuat jagung bakar di perapian.
5. Melemaskan otot dan serta menenangkan pikiran dengan berendam menggunakan garam mandi sambil ditemani cahaya lilin.
6. Matikan komputer dan menulis surat menggunakan kertas dan pen sambil ditemani cahaya lilin, seperti halnya yang dilakukan oleh orang pada masa belum ada listrik.
7. Bersama teman atau keluarga bermain tebak-tebakan, catur atau kartu sambil duduk- duduk di depan rumah.
8. Main tebak-tebakan bayangan senter.
9. Lihat langit malam melalui teleskop [jika punya] dan nikmati indahnya pemandangan bintang di langit.
10. Ambil foto atau video bagaimana kamu dan keluarga menghabiskan waktu pada Earth Hour dan jadikan foto dan video keluarga anda sebagai inspirasi orang lain dengan mengirimkannya ke halaman Home di www.earthhour.wwf.or.id klik Facebook, Twitter, Flicker atau YouTube. Dan jangan lupa ceritakan kisah seru keluarga anda dengan
mengirimkan artikel ke tim Earth Hour Indonesia di earthhourindonesia@gmail.or.id
+++
Tahun lalu aku ikut juga memeriahkan acara ini. Tidak begitu sukses memang, masih banyak yang belum sadar akan pentingnya acara ini, tapi tetap semangat mendukung acara ini.
Kita dukung acara "Earth Hour Indonesia 2010" semampu kita. Semoga sukses. Jangan lupa tulis ide segar anda di kolom komentar.
Anda punya ide segar yang lebih mantap kan?
+++
artikel tidak terkait : Bekasi Bersih Partisipasi Blogger,
Ini petunjuk dari situs Earth Hour buat individu yang ingin mendukung acara ini. Silahkan tambahi dengan kreatifitas anda. Jangan lupa tulis ide segar anda di kolom komentar.
+++
Pada 27 Maret 2010 jam 20.30, jutaan manusia di seluruh dunia akan mematikan lampu mereka selama satu jam — Earth Hour — untuk mendemonstrasikan keprihatinan pada planet tempat kita tinggal. Aksi ini juga merupakan salah cara untuk mengirimkan seruan kepada para pemimpin kita untuk segera bertindak guna mengatasi perubahan iklim.
Di bawah ini beberapa ide mengenai hal-hal yang bisa dilakukan dalam gelap oleh diri sendiri atau bersama yang lainnya:
1. Undang teman dan keluarga untuk pesta “tanpa lampu” di depan rumah.
Sajikan hidangan ringan yang merupakan produksi negeri sendiri, sambil bermain gitar dan bernyanyi bersama.
2. Matikan lampu, komputer dan telepon selular. Gunakan waktu sunyi tersebut untuk berisitrahat dari dunia listrik dengan bermeditasi untuk rileksasi pikiran dan tubuh.
3. Undang teman spesial untuk makan malam romantis atau hanya sekedar ngobrol sambil ditemani cahaya lilin.
4. Undang teman-teman untuk kemping di halaman rumah. Menyanyikan lagu, berbagi cerita-cerita seram, dan membuat jagung bakar di perapian.
5. Melemaskan otot dan serta menenangkan pikiran dengan berendam menggunakan garam mandi sambil ditemani cahaya lilin.
6. Matikan komputer dan menulis surat menggunakan kertas dan pen sambil ditemani cahaya lilin, seperti halnya yang dilakukan oleh orang pada masa belum ada listrik.
7. Bersama teman atau keluarga bermain tebak-tebakan, catur atau kartu sambil duduk- duduk di depan rumah.
8. Main tebak-tebakan bayangan senter.
9. Lihat langit malam melalui teleskop [jika punya] dan nikmati indahnya pemandangan bintang di langit.
10. Ambil foto atau video bagaimana kamu dan keluarga menghabiskan waktu pada Earth Hour dan jadikan foto dan video keluarga anda sebagai inspirasi orang lain dengan mengirimkannya ke halaman Home di www.earthhour.wwf.or.id klik Facebook, Twitter, Flicker atau YouTube. Dan jangan lupa ceritakan kisah seru keluarga anda dengan
mengirimkan artikel ke tim Earth Hour Indonesia di earthhourindonesia@gmail.or.id
+++
Tahun lalu aku ikut juga memeriahkan acara ini. Tidak begitu sukses memang, masih banyak yang belum sadar akan pentingnya acara ini, tapi tetap semangat mendukung acara ini.
Kita dukung acara "Earth Hour Indonesia 2010" semampu kita. Semoga sukses. Jangan lupa tulis ide segar anda di kolom komentar.
Anda punya ide segar yang lebih mantap kan?
+++
artikel tidak terkait : Bekasi Bersih Partisipasi Blogger,
Sabtu, Maret 28, 2009
EARTH HOUR di MONTANA
Akhirnya saat yang ditunggu tiba juga. Aku keluar rumah menuju rapat persiapan pemilu 2009 sambil meminta anak dan istri untuk mematikan semua lampu rumah yang bisa dimatikan [emang ada yang tidak bisa dimatikan?].
Kemarin kawanku nanya tentang apa saja yang harus dimatikan di hari Sabtu, 28 Maret 2009, dari jam 20.30 s.d 21.30?
"Tidak ada kewajiban mematikan lampu ataupun alat listrik di tanggal dan jam itu", kataku
"Yang ada adalah rasa memiliki bumi dan keinginan untuk memperpanjang umur bumi. Jadi silahkan menghidupkan ataupun mematikan alat listrik yang ada di rumah"
"Jadi kulkas boleh nyala ya pak?", kata kawanku masih penasaran.
"Silahkan dinyalakan ataupun dimatikan. Semua terserah yang punya. Kita sifatnya hanya menghimbau, agar masih bisa mewariskan bumi yang cantik pada anak cucu kita. Yang lebih nikmat lagi adalah rasa kebersamaan dari semua penduduk bumi untuk sama-sama menikmati bumi tanpa lampu dalam waktu satu jam saja".
Di acara rapat persiapan pemilu 2009, masih juga ada yang nanya padaku,"Siapa sih yang nyuruh mematikan lampu satu jam itu. Apa pemerintah ya?"
Sambil tersenyum, aku kembali menjawab bahwa ajakan ini bukan dari pemerintah tetapi dari mereka yang peduli dengan bumi.
Hari ini memang hari yang luar biasa bagiku dan tentu juga bagi keluargaku.
Kemarin malam, kita rapat keluarga sambil tiduran di kasur, dan semua uneg-uneg keluar dari anak-anakku. Banyak sekali pelajaran yang bisa kudapat dari semua uneg-uneg yang keluar dari mulut ketiga anakku itu.
Aku memang masih harus banyak belajar untuk membuat keluargaku menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah. Terima kasih anak-anakku yang telah dan selalu memberi pencerahan padaku. Malam itu juga kuucapkan terima kasih pada Tuhan dan kuberikan hadiah yang sudah lama diinginkan anak-anakku.
Diskusi malam itu kututup dengan "PR" bagi anak-anakku, yaitu menyusun acara selama satu jam tanpa lampu di acara "EARTH HOUR".
Paginya, sehabis subuh, acara diskusi kita lanjutkan. Fokusnya adalah "PR" tadi malam, dan LiLo memulai usulan acara dengan model berpikir anak SD.
Kesepakatan akhirnya adalah membuat api unggun di belakang rumah, tetapi usulan ini dimentahkan oleh usulan istriku, yaitu membuat acara bakar jagung saja dengan bakaran jagung atau bakaran sate yang murah dan meriah.
Rencana yang begitu sempurna itu ternyata akhirnya gagal total. Istriku ternyata harus pergi ke Slipi untuk urusan kalung Biofir, sedangkan aku diundang rapat oleh Pak RT untuk acara kerja bakti mendadak besok Minggu, 29 Maret 2009.
Acara makin gagal total, karena disamping tidak sempat beli tempat bakar jagung, aku juga ternyata harus rapat persiapan pemilu 2009 pada saat acara "EARTH HOUR" berlangsung.
LiLo tertawa terpingkal-pingkal ketika tahu aku harus ikut acara yang pakai lampu pada jam lampu sebaiknya dimatikan.
"He..he..he.. bapak bodoh. Semua orang matiin lampu, bapak malah ngidupin lampu sama temen-temen"
Aku hanya bisa tersenyum kecut dan tidak bisa menjawab tertawaan LiLo.
[makanya jangan bilang orang yang tidak matiin lampu di acara "EARTH HOUR" adalah orang bodoh, kena sendiri deh lu !:-)]
Anda sendiri, di jam acara itu, apa yang anda lakukan?
Kemarin kawanku nanya tentang apa saja yang harus dimatikan di hari Sabtu, 28 Maret 2009, dari jam 20.30 s.d 21.30?
"Tidak ada kewajiban mematikan lampu ataupun alat listrik di tanggal dan jam itu", kataku
"Yang ada adalah rasa memiliki bumi dan keinginan untuk memperpanjang umur bumi. Jadi silahkan menghidupkan ataupun mematikan alat listrik yang ada di rumah"
"Jadi kulkas boleh nyala ya pak?", kata kawanku masih penasaran.
"Silahkan dinyalakan ataupun dimatikan. Semua terserah yang punya. Kita sifatnya hanya menghimbau, agar masih bisa mewariskan bumi yang cantik pada anak cucu kita. Yang lebih nikmat lagi adalah rasa kebersamaan dari semua penduduk bumi untuk sama-sama menikmati bumi tanpa lampu dalam waktu satu jam saja".
Di acara rapat persiapan pemilu 2009, masih juga ada yang nanya padaku,"Siapa sih yang nyuruh mematikan lampu satu jam itu. Apa pemerintah ya?"
Sambil tersenyum, aku kembali menjawab bahwa ajakan ini bukan dari pemerintah tetapi dari mereka yang peduli dengan bumi.
Hari ini memang hari yang luar biasa bagiku dan tentu juga bagi keluargaku.
Kemarin malam, kita rapat keluarga sambil tiduran di kasur, dan semua uneg-uneg keluar dari anak-anakku. Banyak sekali pelajaran yang bisa kudapat dari semua uneg-uneg yang keluar dari mulut ketiga anakku itu.
Aku memang masih harus banyak belajar untuk membuat keluargaku menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah. Terima kasih anak-anakku yang telah dan selalu memberi pencerahan padaku. Malam itu juga kuucapkan terima kasih pada Tuhan dan kuberikan hadiah yang sudah lama diinginkan anak-anakku.
Diskusi malam itu kututup dengan "PR" bagi anak-anakku, yaitu menyusun acara selama satu jam tanpa lampu di acara "EARTH HOUR".
Paginya, sehabis subuh, acara diskusi kita lanjutkan. Fokusnya adalah "PR" tadi malam, dan LiLo memulai usulan acara dengan model berpikir anak SD.
Kesepakatan akhirnya adalah membuat api unggun di belakang rumah, tetapi usulan ini dimentahkan oleh usulan istriku, yaitu membuat acara bakar jagung saja dengan bakaran jagung atau bakaran sate yang murah dan meriah.
Rencana yang begitu sempurna itu ternyata akhirnya gagal total. Istriku ternyata harus pergi ke Slipi untuk urusan kalung Biofir, sedangkan aku diundang rapat oleh Pak RT untuk acara kerja bakti mendadak besok Minggu, 29 Maret 2009.
Acara makin gagal total, karena disamping tidak sempat beli tempat bakar jagung, aku juga ternyata harus rapat persiapan pemilu 2009 pada saat acara "EARTH HOUR" berlangsung.
LiLo tertawa terpingkal-pingkal ketika tahu aku harus ikut acara yang pakai lampu pada jam lampu sebaiknya dimatikan.
"He..he..he.. bapak bodoh. Semua orang matiin lampu, bapak malah ngidupin lampu sama temen-temen"
Aku hanya bisa tersenyum kecut dan tidak bisa menjawab tertawaan LiLo.
[makanya jangan bilang orang yang tidak matiin lampu di acara "EARTH HOUR" adalah orang bodoh, kena sendiri deh lu !:-)]
Anda sendiri, di jam acara itu, apa yang anda lakukan?
Jadi kayak rumah tanpa penghuni [gelap gulita]
Kamis, Maret 26, 2009
SAVE THE EARTH
Hati ini rasanya bangga ketika salah satu adik alumniku memberi komentar positip terhadap kelakuanku yang suka naik angkot ke kantor.
"Saya salut dengan pak Oke yang mau naik angkot ke kantor lho!"
"Tidak semua orang mau naik angkot lho pak. Panas, tidak nyaman dan tidak aman"
Komentar-komentar itu rasanya menjadi penyejuk dan peringan langkahku, yang kadang terasa berat ketika menuju terminal angkot 59.
Lain kepala lain pula komentarnya. Ketika aku malam-malam pulang dari kantor, ada saja yang memberikan komentar terhadapku.
"Pak Kasihan perusahaannya lho. Sudah jadi pejabat kok masih suka naik angkot"
"Sopirnya kemana pak?"
Nah untuk komentar yang ginian,aku selalu menyambut dengan riang gembira. Senyum terkembang dan kadang begitu lebarnya karena kulengkapi dengan ketawa ringan.
"Tak usah khawatir pak. Sopirku ada banyak tuh. Udah nunggu di depan. Tinggal milih kok, sopir yang mana yang mau kita suruh mengemudikan mobil yang kita naiki"
Hari ini, sepulang dari makan siang di resto Sami Kuring, aku juga naik angkot ke Jababeka. Sampai di Jababeka, nyambung ojek dan sampai di rumah biayanya cukup 7 ribu saja.
Rasanya ringan saja kaki ini melangkah. Apalagi pas di angkot ketemu dua cewek cantik yang wanginya luar biasa. Panasnya angkot terkalahkan oleh aroma dari dua cewek yang duduk persisi di depanku dan persis di sebelah kananku.
Ini jauh berbeda dengan aroma saat naik angkot 59 di sore hari. Aroma keringat yang menyengat ditambah padatnya penumpang benar-benar membuat pusing kepala, tapi itu hanya terjadi di bulan-bulan pertama naik angkot.
Saat menginjak bulan kedua, maka semua ketidak nyamanan itu sudah tidak terasa lagi. Semua menjadi kebiasaan yang tidak lagi kita rasakan, mengalir begitu saja.
Puji Tuhan, anakku rupanya mewarisi semangat go green ini. Dia sangat senang melihat orang yang membuang sampah di tempatnya. Diapun sangat gemar mengajak teman-temannya untuk berbelanja ke toko dengan membawa tas sendiri dari rumah.
Persedikit penggunaan sampah plastik, begitulah ajakan Go Green yang disampaikan anakku.
Bumi ini sudah jenuh dengan tindakan yang mempercepat umur bumi. Begitu banyak sumber daya alam yang dipakai secara semena-mena, hanya untuk memuaskan nafsu yang tak akan mengenal puas.
Mari kita sama-sama mematikan listrik di hari Sabtu, 28 Maret 2009. 1 [satu] jam saja sudah cukup.
Silahkan simak ajakan Earth Hour ini :
Tahun ini, Earth Hour telah berubah menjadi sebuah pemilihan global pertama, untuk memilih Bumi atau pemanasan global.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, manusia dari berbagai usia, kebangsaan, ras, dan latar belakang memiliki kesempatan untuk menyuarakan kepedulian mereka – mematikan lampu mewakili suara Anda untuk Bumi, sementara meninggalkan lampu menyala merupakan suara Anda untuk pemanasan global. WWF mendesak dunia untuk MEMILIH BUMI dan mencapai sasaran hingga 1 miliar suara.
Ini saatnya Anda sebagai individu memilih:
jadi bagian dari 1 milyar penduduk dunia yang ikut kampanye ini
EARTH HOUR JAKARTA - INDONESIA
Sabtu, 28 Maret 2009, jam 20.30-21.30
Matikan LAMPU 1 jam
saya, Anda, kita, bisa mengubah dunia!
* dan pastikan semua alat elektronik yang tidak sedang dipakai dalam kondisi power off, BUKAN stand by
1 jam lampu Jakarta padam, sama dengan .
== source disini :
daftarkan diri anda sebagai pendukung Earth Hour dan dapatkan imil seperti ini :
Kepada yang terhormat Eko eSHaPe,
Terima kasih telah mendaftarkan diri Anda sebagai pendukung Earth Hour 2009.
Dengan mendaftarkan diri, Anda telah mendukung tujuan Earth Hour untuk meraih target lebih dari satu miliar orang di 1000 kota di seluruh dunia pada tahun 2009.
Earth Hour mengundang masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah untuk mematikan lampu selama satu jam pada pukul 20.30 di hari Sabtu, 28 Maret 2009, dan sekaligus mengirimkan pesan global yang kuat
bahwa kita peduli dan melakukan tindakan untuk mengurangi laju dampak perubahan iklim.
Newsletter Earth Hour akan dikirimkan ke eko.eshape@gmail.com.
Anda dapat membatalkan pendaftaran pada setiap waktu, cukup dengan menekan link yang tercantum di newsletter atau dengan mengunjungi situs:
http://www.earthhour.org/ unsubscribe/
Terima kasih atas dukungan Anda.
WWF Earth Hour
http://www.earthhour.org
"Saya salut dengan pak Oke yang mau naik angkot ke kantor lho!"
"Tidak semua orang mau naik angkot lho pak. Panas, tidak nyaman dan tidak aman"
Komentar-komentar itu rasanya menjadi penyejuk dan peringan langkahku, yang kadang terasa berat ketika menuju terminal angkot 59.
Lain kepala lain pula komentarnya. Ketika aku malam-malam pulang dari kantor, ada saja yang memberikan komentar terhadapku.
"Pak Kasihan perusahaannya lho. Sudah jadi pejabat kok masih suka naik angkot"
"Sopirnya kemana pak?"
Nah untuk komentar yang ginian,aku selalu menyambut dengan riang gembira. Senyum terkembang dan kadang begitu lebarnya karena kulengkapi dengan ketawa ringan.
"Tak usah khawatir pak. Sopirku ada banyak tuh. Udah nunggu di depan. Tinggal milih kok, sopir yang mana yang mau kita suruh mengemudikan mobil yang kita naiki"
Hari ini, sepulang dari makan siang di resto Sami Kuring, aku juga naik angkot ke Jababeka. Sampai di Jababeka, nyambung ojek dan sampai di rumah biayanya cukup 7 ribu saja.
Rasanya ringan saja kaki ini melangkah. Apalagi pas di angkot ketemu dua cewek cantik yang wanginya luar biasa. Panasnya angkot terkalahkan oleh aroma dari dua cewek yang duduk persisi di depanku dan persis di sebelah kananku.
Ini jauh berbeda dengan aroma saat naik angkot 59 di sore hari. Aroma keringat yang menyengat ditambah padatnya penumpang benar-benar membuat pusing kepala, tapi itu hanya terjadi di bulan-bulan pertama naik angkot.
Saat menginjak bulan kedua, maka semua ketidak nyamanan itu sudah tidak terasa lagi. Semua menjadi kebiasaan yang tidak lagi kita rasakan, mengalir begitu saja.
Puji Tuhan, anakku rupanya mewarisi semangat go green ini. Dia sangat senang melihat orang yang membuang sampah di tempatnya. Diapun sangat gemar mengajak teman-temannya untuk berbelanja ke toko dengan membawa tas sendiri dari rumah.
Persedikit penggunaan sampah plastik, begitulah ajakan Go Green yang disampaikan anakku.
Bumi ini sudah jenuh dengan tindakan yang mempercepat umur bumi. Begitu banyak sumber daya alam yang dipakai secara semena-mena, hanya untuk memuaskan nafsu yang tak akan mengenal puas.
Mari kita sama-sama mematikan listrik di hari Sabtu, 28 Maret 2009. 1 [satu] jam saja sudah cukup.
Silahkan simak ajakan Earth Hour ini :
Tahun ini, Earth Hour telah berubah menjadi sebuah pemilihan global pertama, untuk memilih Bumi atau pemanasan global.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, manusia dari berbagai usia, kebangsaan, ras, dan latar belakang memiliki kesempatan untuk menyuarakan kepedulian mereka – mematikan lampu mewakili suara Anda untuk Bumi, sementara meninggalkan lampu menyala merupakan suara Anda untuk pemanasan global. WWF mendesak dunia untuk MEMILIH BUMI dan mencapai sasaran hingga 1 miliar suara.
Ini saatnya Anda sebagai individu memilih:
jadi bagian dari 1 milyar penduduk dunia yang ikut kampanye ini
EARTH HOUR JAKARTA - INDONESIA
Sabtu, 28 Maret 2009, jam 20.30-21.30
Matikan LAMPU 1 jam
saya, Anda, kita, bisa mengubah dunia!
* dan pastikan semua alat elektronik yang tidak sedang dipakai dalam kondisi power off, BUKAN stand by
1 jam lampu Jakarta padam, sama dengan .
- 300MW (cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa)
- mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta
- mengurangi emisi CO2 sekitar 284 Ton CO2
- menyelamatkan lebih dari 284 pohon
- menghasilkan udara bersih untuk lebih dari 568 orang.
== source disini :
daftarkan diri anda sebagai pendukung Earth Hour dan dapatkan imil seperti ini :
Kepada yang terhormat Eko eSHaPe,
Terima kasih telah mendaftarkan diri Anda sebagai pendukung Earth Hour 2009.
Dengan mendaftarkan diri, Anda telah mendukung tujuan Earth Hour untuk meraih target lebih dari satu miliar orang di 1000 kota di seluruh dunia pada tahun 2009.
Earth Hour mengundang masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah untuk mematikan lampu selama satu jam pada pukul 20.30 di hari Sabtu, 28 Maret 2009, dan sekaligus mengirimkan pesan global yang kuat
bahwa kita peduli dan melakukan tindakan untuk mengurangi laju dampak perubahan iklim.
Newsletter Earth Hour akan dikirimkan ke eko.eshape@gmail.com.
Anda dapat membatalkan pendaftaran pada setiap waktu, cukup dengan menekan link yang tercantum di newsletter atau dengan mengunjungi situs:
http://www.earthhour.org/
Terima kasih atas dukungan Anda.
WWF Earth Hour
http://www.earthhour.org
Langganan:
Postingan (Atom)




