LiLo ESQ
Pada hari kedua pelatihan ESQ LiLO, orang tua diperbolehkan untuk ikut melihat para instruktur menyampaikan materi pelatihan Angel Principle dan Leadership Principle.
Pada sesi Angel Principle, permainannya adalah memabangun menara dari aqua gelas dengan mempergunakan sumpit dan masing-masing anggota kelompok tidak boleh berbicara.
Pada permainan ini dijelaskan bahwa “Molekat” selalu mencatat apa yang kita perbuat. Jadi kalau pada saat permainan ada yang menggunakan tangan atau berbicara, maka “molekat” sudah mencatatnya.
Pada sesi leadership, maka seperti biasa. Ikon Muhammad SAW ditampilkan sebagai contoh pemimpin yang punya visi, misi dan action yang lengkap.
Tujuh prinsip ESQ, jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil dan peduli semua terlihat pada kepribadian rasulullah Muhammad SAW.
Saat semua peserta sudah masuk dalam gelombang doa, maka instrktur mengajak peserta untuk membaca asmaul husna. Disini tanpa terasa air mata mengalir deras. Kucoba untuk menarik nafas sepanjang mungkin, dan hasilnya tetap saja air mata megalir semakin deras.
Aku menangis karena ternyata kesibukan kerja telah membuat aku tidak hafal lagi dengan nama-nama Allah yang 99 itu.
Beberapa bulan lalu aku tampil di depan kelas “SMASH” untuk menunjukkan bahwa aku telah hafal 99 nama Allah, dan aku dapat buku sebagai hadiah atas kemampuanku menghafal itu.
Sekarang kemampuan itu sudah hilang tanpa terasa, dan butuh waktu untuk kembali mendapatkan kemampuan itu.
Senyum saja tidak cukup untuk mengatasi kegundahan hati ini. Perlu kesabaran dan keikhlasan yang lebih dalam agar aku kembali mampu mengingat 99 nama Allah itu.
Insya Allah, aku mampu.
Amin.
Tampilkan postingan dengan label SMASH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMASH. Tampilkan semua postingan
Kamis, Juli 31, 2008
Jumat, Juli 11, 2008
WhY??

Suatu ketika anakku bercerita padaku.
"Pak, tadi kawanku nanya aku"
"Tentang?"
"Gini dia bilang, eh bapakmu dan ibumu kan sering keluar negeri. Kenapa ya kok nggak pernah ke Mekah?"
"Terus kamu jawab gimana?"
"Senyum, sambil bilang, gak tau ya......!"
"He..he..he... memang hanya Allah yang tahu kenapa sampai saat ini kita belum bisa ke Mekah"
Pertanyaan kawan anakku itu memang sangat rasional, bagaimana tidak? Aku tinggal di perumahan yang bangunan rumahnya cukup luas. Kamar tidurku 4 x4 meter, ditambah 2 kamar anak-anak dan satu kamar pembantu, belum ruang tamu, ruang makan, dapur dua buah, kamar mandi 3 buah. Teras depan dan teras belakang cukup luas untuk berkongkow-kongkow.
Masih ditambah lagi, halaman belakang yang bisa untuk main voli. Car port bisa untuk dua mobil kijang. Aku juga kerja di BUMN yang cukup besar. Aku juga sangat percaya pada Tuhan, demikian juga keluargaku sangat percaya pada Tuhan (insya Allah, amin). Kami semua alumni SMASH (Super Memory Asmaul Husna), dan kecuali anak terkecil, kami juga alumni ESQ 165 way.
Tapi,....
Why?
Kok sampai saat ini masih belum juga umroh atau naik haji?
Umur sudah mepet di kepala lima, tingal beberapa tahun lagi pensiun dan kami belum juga punya kesempatan untuk melihat Ka'bah.
Why? Why? Why?
Aku harus lebih rajin bertanya pada Allah swt di dalam sholat-sholatku.
Insya Allah, dalam waktu tidak terlalu lama aku bisa naik haji.
Amin.
source
Minggu, April 06, 2008
SMASH
Sabtu minggu lalu, sak keluarga berwisata menikmati kemacetan jalan di jakarta, dimulai dari jalan-jalan ke Slipi, main ke Gramedia Plaza Semanggi, ngobrol sama mas Iqbal, sampai makan siang di Es Teler 77, dan Sabtu ini kembali kita sekeluarga berwisata ke Gedung Surveyor Indonesia lantai IV. Acaranya ikut pelatihan SMASH (memanfaatkan otak kanan untuk menghafal 99 suara hati).Acara pertama dimulai dengan saling menceritakan kejadian lucu yang pernah dialami antar peserta. Ternyata mereka yang suka mempergunakan otak kiri akan mempunyai kesulitan saat menceritakan pengalaman lucunya.
Rupanya otak kanan akan aktif saat kita bersenang-senang. Jadi pelatihan ini, dari pagi sampai sore, memang isinya hanya bersenang-senang saja (terutama saat menghafalkan 99 suara hati itu).
Sampai sudah di rumahpun, kami masih asyik membicarakan isi pelatihan yang penuh dengan suka ria itu. Tahu-tahu sudah jam 00.58, wah sudah saatnya tidur nich.
Pelatihan ini memang menjadi istimewa, bagi kami, karena Lilo merupakan peserta terkecil, dan bapaknya Lilo dapat hadiah silabus pelatihan, karena sanggup tampil di depan kelas untuk mempraktekkan hasil pelatihan menghafal 99 suara hati itu.
Sebelum pulang ke rumah, mampir dulu ke Mega Bekasi. Parkirnya luar biasa padat (maklum malam minggu), tapi alhamdulillah, dengan ilmu ikhlas, kami dapat tempat parkir yang sangat strategis. Sampai di dalam keluarga kami berpisah (aslinya terpisah, karena asyik dengan urusan masing-masing). Yang cowok nggabung sama cowok, sedang yang cewek berkelompok sendiri.
Ketika kumpul lagi di mobil, semua sudah membawa hasil belanjaan masing-masing, dan pulanglah kami ke Cikarang dengan penuh rasa suka ria. Rasanya puas telah menyelesaikan hari ini dengan penuh makna.
Uang yang dihabiskan untuk acara hari ini, terbayar dengan keceriaan anak-anak dan kemampuan mereka untuk menghafal 99 suara hati kita.
Semoga kita mampu menjadi oksigen bagi lingkungan kita, mampu bermanfaat bagi sesama dan selalu ikhlas menerima apapun yang menerima kita.
Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)