Tampilkan postingan dengan label tujuan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tujuan hidup. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 12, 2008

Malem-malem "Nyupir"

Pulang kantor, sampai di rumah langsung nyupir (nyuci piring), soalnya nggak tahan lihat tempat cuci piring yang penuh dengan piring kotor. Anak-anak pada bantuin, meskipun mereka juga kelihatan capek, karena ada yang sore masih di sekolah.


Yang paling kecil, biasa, selalu bingung. Disuruh mbantu nanti malah ngrepotin, kalau nggak disuruh, sebenarnya dia pinter juga nyuci piring. Karena maunya nyuci piring dengan full speed, maka diperlukan tenaga handal yang punya jam terbang tinggi.

Pertanyaan dalam hatiku akhirnya keluar juga,”Bibik kemana sih? Emang hari ini gak masuk ya?”

Ini pertanyaan retoris, karena jelas-jelas tak ada yang nyentuh cucian, pasti gara-gara bibinya gak masuk.

Jam 20.00 akhirnya kelar juga cucian ini, dan di meja sudah tersedia nasi goreng buatan anak pertamaku. Gak sampai 10 menit, nasi itu habis tandas diserang oleh anak-anakku dan aku tentunya. Pas nasinya abis, ibunya anak-anak datang dan mencari-cari "bothok" tadi siang yang disimpannya untuk lauk makan malam.

Wah, sori ibu, “bothok”nya ikut kecuci. He..he..he…

Paginya aku baru tahu kalau bibinya nggak masuk karena suaminya meninggal. Pagi itu juga aku baru tahu kalau bibi ini adalah istri ke dua yang sebelum kerja di rumahku belum pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Begitulah kalau Allah sudah berkehendak. Tinggalkanlah dunia fana ini dan kembalilah ke dunia yang kekal. Dunia ini hanya tempat untuk “mampir ngombe”, hanya sementara, ibaratnya hanya tempat singgah untuk minum seteguk air dan setelah itu segera melanjutkan perjalanan ke dunia yang kekal.

Are you ready?

Selasa, Januari 01, 2008

TeTanGgA

Tahun baru selalu membawa peristiwa-peristiwa yang membuat kita makin yakin akan tujuan hidup kita ini.

Ibadah pada Tuhan YME, itulah inti hidup kita. Selama kita yakin apa tujuan hidup kita, maka semua hal menimpa kita, semua peristiwa yang kita alami pasti memberi hikmah pada kita, agar kita menjadi lebih baik dalam beribadah padaNya.


Hari ini di awal tahun baru 2008 kuawali hidup bersama tetangga-tetangga kampung. Betapa indahnya hidup bertetangga. Mereka sesungguhnya adalah saudara kita yang terdekat. Merekalah yang akan berbuat sesuatu bila sesuatu menimpa kita, karena merekalah saudara kita yang paling dekat.

Saudara dekat kita mungkin ingin berbuat yang lebih cepat, tetapi tetap merekalah yang tercepat.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah swt. Dalam sholat jamaah bersama anak dan istriku tadi, aku mengingatkan diriku dan anak istriku agar selalu ingat bahwa hanya Dia tempat kita mengabdi dan hanya Dia tempat kita meminta pertolongan.

Semoga Allah selalu membimbing kami. AMin.

sumber gambar :
http://islamfeminis.files.wordpress.com/2007/04/rasulullah.jpg