Tampilkan postingan dengan label damai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label damai. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 17, 2009

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)



Di tahun 2009 ini bakal ada lagu yang menjadi hits, bahkan bisa bertahan sampai tahun 2010 atau bahkan bertahun-tahun kemudian. Apalagi kalau bukan lagunya Michael Heart.

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza), begitu judul lagu itu.

Lagu yang indah ini menggambarkan kekuatan spiritual dari rakyat Palestina, meskipun masjid, rumah dan sekolah mereka dihancurkan oleh Israel, jiwa mereka tidak ikut hancur bahkan makin kuat dan makin tegar. Itulah semangat pantang menyerah yang tak akan pernah mati.

Lagu ini akan menjadi hits karena selain keindahan melodinya, tentu karena semangat persaudaran yang begitu kental di kemunculan lagu ini.

Simaklah bait-bait lagunya yang begitu indah dan menimbulkan semangat [kecuali bagi yang tidak punya hati atau hatinya tidak untuk Palestina]


WE WILL NOT GO DOWN
(Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they¢re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In Gaza tonight


Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who¢s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In Gaza tonight

--
Kira-kira arti bebasnya adalah:

"KAMI TIDAK AKAN MENYERAH"
(LAGU UNTUK GAZA)


Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah

Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar

Tapi kata-kata lemah mereka sia-sia
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah

Di Gaza malam ini

===== =========
download file mp3 dari penyanyinya ada di
http://michaelheart.com/Song_for_Gaza.html

video bisa diunduh di
http://www.youtube.com/?v=I2lk2EEXOak

download mp4 ada disini
http://myfilehost.us/dll/z2uv97

---- --------- ------
SMS Donasi dan Pasang Banner Dukungan Untuk Palestina!

gambar diambil dari sini
gambar foto udara bisa diambil disini

Senin, Januari 12, 2009

Israelpun Runtuh

"Kita tidak bisa menunggu Obama ngomong dulu, baru bergerak pak Dhe. Ini sudah sangat darurat. Tidak bisa ditunda-tunda lagi", begitu kata Andre berapi-api pada Pak Dhe.

"Tidak bisa. Kita perlu memastikan dulu pendapat Obama tentang masalah Palestina. Selain itu kita juga perlu tahu apa yang dibutuhkan Palestina saat ini", sergah Khalid sebelum pak Dhe menjawab pernyataan Andre.

"Lho apa belum cukup jelas. Tidakkah mas Khalid merasakan betapa bergetarnya bumi Allah ini di hari Jumat kemarin. Hampir semua masjid melantunkan doa qunut dan setelah itu setiap saat, setiap waktu doa-doa umat Islam makin bertambah dan terus bertambah, sehingga bumi dan isinya ini makin bergetar oleh lantunan doa kita?"

"Sabar...sabar mas Andre dan mas Khalid. Kita kesini kan mau diskusi sama pak Dhe. Lha kok malah berantem sendiri sebelum pak Dhe sempat berkomentar", Udin mencoba menengahi.

Seperti tersadar dari mimpi buruk, Andre dan Khalid sama-sama beristighfar. Merekapun bersalaman dan seperti hampir menangis ketika akhirnya salaman itu berubah menjadi pelukan persaudaraan.

"Yuk.. siapa yang mau bercerita duluan", pak Dhe mencairkan suasana dengan tawaran berbicara duluan.

Udinpun dengan lancar menceritakan hasil pertemuan mereka dengan pimpinan pabrik.

Intinya mereka ingin ikut demo dan bila memungkinkan minta ijin untuk ikut menjadi relawan dan berjihad ke Palestina, sementara sebagian dari mereka ternyata lebih memilih megirim doa saja dan tetap bekerja di pabrik.

Awalnya, sebenarnya mereka hanya ingin minta ijin untuk melakukan demo saja, tetapi ketika pimpinan pabrik meperbolehkan mereka, maka diskusi tersebut melebar sampai ke jihad ke palestina.

Akhirnya terbentuk dua kubu yang sama-sama ngotot mempertahankan argumentasinya. Sampai pimpinan pabrik meninggalkan ruang diskusi, mereka masih belum sepakat, sehingga terpikir oleh mereka untuk melakukan diskusi di mushola saja, biasanya ada pak Dhe yang suka memberi solusi.

Kelompok yang ingin menjadi relawan ini begitu ngotot ingin menyelesaikan masalah ini pada hari ini juga.

"Pak Dhe, Palestina sudah lelah. Mereka perlu suntikan tenaga kita", begitu kata Andre ketika pak Dhe memintanya untuk berbicara.

"Sebentar lagi demo akan makin merebak dan membuat para pimpinan negara Islam berubah pendiriannya. Mereka yang tadinya ragu-ragu membantu Palestina akan berubah menjadi sangat mendukung. Kitapun ramai-ramai memboikot Israel, Amerika dan sekutunya. habislah Israel dan sekutunya pak Dhe. Itu tidak lama lagi",kata Andre yakin.

"Dan kita ingin ikut menjadi saksi peritiwa itu langsung di Palestina!"

"Darimana kamu dapat "wangsit" itu Ndre?", kata pak Dhe sambil tersenyum sabar.

"Pak Dhe inget Al Baqarah ayat 249?", kata Andre

"Berapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah dan Allah beserta orang orang yang sabar (istiqomah)." kata Khalid.

"Nah, kami yakin pertolongan Allah segera tiba. Yang penting dukungan kita dengan doa agar rakyat Palestina sabar", tambah Andre.

"Hmmm jadi sebenarnya dimana yang dipertentangkan antara kalain?", kata pak Dhe.

"Kelihatannya kalian saling mendukung. Yang mau pergi ke Palestina kita hormati dan kita dukung agar niatnya tulus ikhlas dan diterima Allah swt. Yang pingin kirim doa saja, karena mempunyai kendala untuk menjadi relawan ke Palestina, silahkan kirim doa sebanyak-banyaknya"

"Yang penting adalah yang ada di hati kalian. Suara hati itulah yang perlu dibaca dengan baik dan diterjemahkan dalam tindakan yang baik dan benar"

"Lihat kemampuan diri kalian, lihat kendala yang ada, lihat manfaat dan mudaratnya kemudian tetapkan tekad untuk melakukan yang kalian mampu dengan ikhlas"

Andre, Udin dan Khalid saling berpandangan. Mereka bingung sendiri, mengapa di ruang rapat pabrik mereka begitu kukuh dengan pendiriannya dan saling menegangkan urat leher ketika beradu pendapat, sementara menurut pak Dhe tidak ada perbedaan di antara mereka.

"Udah mau Dhuhur pak Dhe. Kunci mikenya dimana ya?", kata Aziz memecahkan kebisuan diskusi.

Siang itu merekapun sholat dengan doa yang lebih panjang dibanding biasanya. Semoga rakyat Palestina tetap menjadikan sabar dan sholat sebagai penolongnya. Sesungguhnya pertolongan itu akan segera datang bila memang sudah tiba masanya.

Insya Allah, Tuhan mempercepat pertolonganNya.

Amin.