Seperti tahun-tahun lalu, SMS lebaran kali ini membanjir bak air bah. Dari semua itu, berbagai model ucapan lebaran membuat yang mbaca jadi senyum-senyum sendiri.
SMS pertama kuterima dari pak Kiming marsono, mantan direkturku yang juga mantan bapak kost, waktu di Aceh dulu.
Kutulis disini karena isinya yang sangat lengkap dan "multi page".
Assalamualaikum ww,
semoga Ramadhan ini membawa berkah untuk kita semua,
apa yang kita cita2kan mendapat ridhoNya.
Semoga kita diberkahi hati yang lapang dan jiwa yang tenang.
Ya Allah mudahkanlah urusan kami,
bukakanlah pintu yang seluas-luasnya
untuk kami dalam mengabdi kepada Mu.
Semoga apa yang kami lakukan
bermanfaat untuk umat Mu ya Allah.
Taqoballahu minna wa minkum taqobal ya karim,
mohon maaf atas segala kesalahan kami dan keluarga kami
lahir maupun batin, minalaidzin walfaizin,
Selamat Idulfitri 1429 H.
Wass ww
Kiming Msn dan klg.
SMS lainnya adalah dari mas Topik, mantan kawan di Waskita, yang katanya keluar dari Waskita, karena aku sudah tidak ada di sisinya lagi [weleh..weleh... romantis banget mas Topik ini].
SMSnya sangat menyentuh dan seperti SMS dari pak Kiming, SMS ini juga "multi send"
Begini bunyinya :
Taqobbalallohu minna waminkum
Ya..... Allah
Perkayalah orang tuaku.... Saudaraku
dan para krabatku sekalian
Dengan keimanan dan keilmuan
Hiasilah hatinya dengan kesabaran
Muliakanlah wajahnya dengan ketaqwaan
dan perindahkanlah fisiknya dengan kesehatan
Mudahkanlah segala usahanya
dan bukalah pintu rezeki baginya
serta terimalah amal ibadahnya
dengan melipat gandakan pahalanya
karena hanya engkau dzat penguasa......
amin yaa rabbal alamin......
Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1429H
Minal Aidin Wal Faidzin
Taufik Repiawan & Klg.
Lebaran memang saat pesta rakyat Indonesia, bukan hanya milik kaum muslimin saja. Minggu-minggu ini mari kita lupakan semua kesulitan dan kita gembirakan semua orang yang dekat dengan kita.
Semoga diterima semua amalan kita.
Insya Allah. Amin.
Tampilkan postingan dengan label akhir ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhir ramadhan. Tampilkan semua postingan
Selasa, September 30, 2008
IKHLAS
Jika ada yang bertanya pada kita, apakah sudah ada keikhlasan dalam melakukan semua ibadah kita?
Jawabnya akan gampang-gampang sulit. Mau bilang ikhlas, kok kayaknya narsis banget. Kalau bilang enggak ikhlas, juga kok sia-sia banget ibadah kita.
Tapi begitulah memang sebenarnya yang terjadi. Agak susah menilai keikhlasan ibadah kita. Begitu hebatnya para setan dalam membisikkan kata-kata beracun dalam hati kita.
Saat kita merasa sudah ikhlas, maka saat itu dengan sangat trampil, setan membisikkan tentang kehebatan-kehebatan kita sebelumnya. Jadilah rasa "ujub" muncul dalam diri kita.
Saat kita merasa tidak ikhlas, maka setan tidak kurang pandainya dalam menjerumuskan kita. Dengan santai dia akan bilang, "ngapain susah-susah ibadah kalau enggak ikhlas? Mending nggak usah ibadah aja"
Nah,,,..!
Setan begitu pandai memutar balikkan hati kita. Dia juga memakai ayat-ayat Allah untuk menggoda kita, membuat kita merasa hebat atau membuat kita merasa sia-sia menjalankan ibadah.
"Katakanlah:
Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya."
[QS Al Kahfi 16:103-104]
Malam terakhir iktikaf di bulan Ramadhan ini, aku ingin merasakan kembali suasana masjid Muhajirin Perumnas COndong Catur.
Jam 02.00 aku berangkat dari rumah, setelah pamitan sama istri. Ternyata LiLo terbangun dan ikut ngawani aku ke masjid, apalagi ketika dia tahu aku akan mampir ke Mc Dee.
Begitulah aku mampir ke Mc Dee dulu, beli mainan LiLo [hadiahnya burger keju], kemudian mampir lagi di Gudeg Ibukota, beli gudeg ceker dan telor [ternyata rasa cekernya enak tenan] dan kemudian ke masjid Muhajirin [yang sekarang megah banget]
Ini kali pertama LiLo ikut iktikaf di Masjid. Semoga dia bisa berlatih ikhlas dalam beribadah, gak kayak bapaknya yang kadang masih kecampuran narsis.....!:-)
Insya Allah. Amin.
Jawabnya akan gampang-gampang sulit. Mau bilang ikhlas, kok kayaknya narsis banget. Kalau bilang enggak ikhlas, juga kok sia-sia banget ibadah kita.
Tapi begitulah memang sebenarnya yang terjadi. Agak susah menilai keikhlasan ibadah kita. Begitu hebatnya para setan dalam membisikkan kata-kata beracun dalam hati kita.
Saat kita merasa sudah ikhlas, maka saat itu dengan sangat trampil, setan membisikkan tentang kehebatan-kehebatan kita sebelumnya. Jadilah rasa "ujub" muncul dalam diri kita.
Saat kita merasa tidak ikhlas, maka setan tidak kurang pandainya dalam menjerumuskan kita. Dengan santai dia akan bilang, "ngapain susah-susah ibadah kalau enggak ikhlas? Mending nggak usah ibadah aja"
Nah,,,..!
Setan begitu pandai memutar balikkan hati kita. Dia juga memakai ayat-ayat Allah untuk menggoda kita, membuat kita merasa hebat atau membuat kita merasa sia-sia menjalankan ibadah.
"Katakanlah:
Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya."
[QS Al Kahfi 16:103-104]
Malam terakhir iktikaf di bulan Ramadhan ini, aku ingin merasakan kembali suasana masjid Muhajirin Perumnas COndong Catur.
Jam 02.00 aku berangkat dari rumah, setelah pamitan sama istri. Ternyata LiLo terbangun dan ikut ngawani aku ke masjid, apalagi ketika dia tahu aku akan mampir ke Mc Dee.
Begitulah aku mampir ke Mc Dee dulu, beli mainan LiLo [hadiahnya burger keju], kemudian mampir lagi di Gudeg Ibukota, beli gudeg ceker dan telor [ternyata rasa cekernya enak tenan] dan kemudian ke masjid Muhajirin [yang sekarang megah banget]
Ini kali pertama LiLo ikut iktikaf di Masjid. Semoga dia bisa berlatih ikhlas dalam beribadah, gak kayak bapaknya yang kadang masih kecampuran narsis.....!:-)
Insya Allah. Amin.
Senin, September 22, 2008
Renungan [akhir] RamadhaN
"Aku terjepit di antara dua ceweq kece mas", kata kawanku, saat dia naik angkot di bulan puasa ini.
"Iman sih kuat, tapi Imran kan belum tentu kuat...", begitu mungkin pikiran yang ada benaknya. Yang jelas, diapun mulai beristighfar, agar puasanya tidak batal.
Begitulah, godaan puasa memang beragam anekanya. Saat kita duduk di angkot, dan di depan kita ada ceweq kece yang ngantuk dan nggelendot di badan kita, maka otomatis keluar ucapan istighfar. Namun disela-sela istighfar kita, jangan-jangan terselip kata alhamdulillah.
Wah, gawat tuh....!
Tanpa terasa, bulan Ramadhan ini sudah hampir sampai di ujungnya. Berita di detik com disebutkan bahwa mall dan pasar mulai padat, diserbu pengunjung.
Jalan-jalan ke arah "Jawa" [jateng-jatim] juga mulai menggeliat padat. Truk-truk mulai mengejar setoran dan akupun yang biasanya cukup 1 jam perjalanan, sekarang musti dua jam perjalanan baru nyampai di rumah.
Begitulah "kita" menghadapi akhir Ramadhan. Saat sebaiknya air mata dititikkan untuk memohon taubat di akhir Ramadhan, justru kita disibukkan dengan urusan duniawi.
Pikiran kita tertuju pada THR, baju baru, jadwal mudik dan pernak pernik lainnya. Kita lupa bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya. Bulan diskon besar-besaran dan bulan tempat kita mencari bekal sebanyak-banyaknya sebelum menghadap padaNya. Masjid-masjid hanya jadi kenangan saja.
Yakinkah kita akan dapat menghadapi bulan Ramadhan di tahun depan? Benarkah kesempatan itu akan kembali kita dapatkan?
Mari kita ingat lima hal sebelum datang lima hal yang lain.
Ya Allah, Engkau pergilirkan 5 perkara sehat – sakit, kaya – miskin, lapang – sempit, muda – tua, hidup – mati, maka pelihara kami untuk memelihara amanah-Mu, dari ujung rambut sampai ujung kaki, Amiiin.
Sahabat Rasullullah Muhammad SAW pada menangis di ujung Ramadhan ini, mereka khawatir, takut tidak dapat berjumpa lagi tahun depan dengan Ramadhan.
Sementara itu, apakah yang sudah kita lakukan dari dulu sampai sekarang, di saat mendekati ujung Ramadhan? Apakah kita selalu menyiapkan pesta, memimpikan bersuka ria menyambut "hari kemenangan"?
Bukankah sebagian dari kita masih pada asyik nonton sinetron atau apapun dari layar kaca di saat "hari kemenangan" itu tiba?
Memelihara tali silaturahmi, jelas adalah suatu perbuatan yang sangat mulia, dan itulah yang dilakukan sebagian dari kita saat pulang "mudik".
Hendaknya tujuan mulia itu tetap menjadi semangat saat memasuki bulan Syawwal. mari kita jauhkan diri dari hal-hal yang tidak sesuai tuntunan.
Ucapan maaf, saling bermaaf-maafan, saling memberi maaf, akan lengkap kalau ditambahi dengan doa "Taqoballahu minna wa minkum" yang berarti "Semoga Allah menerima ibadah kita semua."
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa"
Qs. Ali ‘Imran [3]: 133.
CMIIW
Langganan:
Postingan (Atom)
