Tampilkan postingan dengan label MBCfPE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MBCfPE. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 19, 2008

Pemantapan Examiner IQA 2008


Tahun 2008 ini Yayasan IQA Indonesia kembali mengadakan pemantapan untuk para Examinernya.

Mengapa perlu dimantapkan lagi, padahal kriteria penilaian versi tahun 2008 dan versi tahun 2007 nyaris sama. 4 perubahan pokok yang ada di versi 2008 tidak akan banyak membuat para Examiner berkerut kening, karena perubahan itu dianggap tidak signifikan terhadap requirement MBCfPE.

Itu pulalah yang membuat aku tidak 100% bersemangat ketika mengikutinya. Paling itu-itu lagi yang dibahas, begitu kata pikiranku.

But I'm wrong ...!

Pemantapan itu luar biasa hebat materinya. Sungguh berbahagialah mereka yang ikut pelatihan/pemantapan itu.

Rupanya bukan requirement yang dibahas dalam 3 hari pelatihan ini [17-19 Sept 2008], tapi "improvement' dalam melakukan examinasi bagi para examiner. Dengan demikian, diharapkan [dan diyakini] metode yang dipakai oleh para Examiner tahun 2008 ini akan sangat memudahkan para Examiner untuk melakukan ODA [on desk assesment], Site Visit maupun memberikan masukan bagi aplikan yang menerapkan MBCfPE [Malcolm Baldrige Criteria for Performance Exellence]

Salaut buat pak Win dan Pak Tumpal, dua instruktur yang tak kenal lelah memandu acara ini. Merekalah yang telah membuat pelatihan 3 hari ini terasa begitu cepat berlalu, tahu-tahu sudah selesai.

Semoga assesment tahun ini dapat meningkatkan kinerja para aplikan yang telah menjalankan MBCfPE.
Amin.



Rabu, Januari 02, 2008

Assesment MBCfPE

Bagaimana melakukan assessment Malcolm Baldrige Criteria for Exellence Performance yang efektif?

Begitu pertanyaan pak Pan Supandi, examiner senior MBCfPE dari telkom, yang sangat menggelitik, melalui milist IQA.

Langsung saja kubalas melalui milist dan kutulis jawaban itu di blog ini agar yang tidak tergabung dalam milist bisa ikut memberi masukan terhadap jawabanku.

Kendala examiner (yunior/newbie) melakukan assesment terhadap aplikan a.l. adalah sebagai berikut :

  1. Baru memahami kulitnya doang, belum ke filosofinya (pak Pan dan pak Pirma, yang saya kenal sudah memahami isi dari MBCfPE, selain pak Toni dll).

  2. Keterbatasan memahami dokumen aplikasi (baik dari sisi materinya maupun waktu bacanya)

  3. Jadwal yang dibuat oleh IQAF kadang2 tidak mendukung jadwal examiner (mendadak dan di hari yang "kurang" cocok). Ini memang hal yang sulit dihindari, karena semua examiner biasanya adalah anggota “tim kampiun” di masing-masing aplikan.

  4. Kurangnya keterbukaan (kerja sama) dari beberapa aplikan (tidak semua, memang), aplikan merasa diaudit, sehingga hasil galian kurang mencerminkan isi dari aplikan.

  5. dll (pak Bakti tolong tambahin ya..!:-)

Untuk itu, examiner harus bisa menggali segala macam proses yang telah dilakukan oleh aplikan agar outputnya (dan outcomenya) bermanfaat bagi aplikan.

Beberapa metode yang bisa diterapkan a.l. adalah :



  1. Biarkan aplikan bercerita tentang prosesnya dan tugas kita hanya menggiring agar tidak "ngelantur" dan memberikan pertanyaan2 sesuai "ajaran" MBCfPE (istilah sepakbola, saat musuh menyerang, maka celah2 kelemahan akan ditingalkan sang musuh, jadi kita tidak perlu total menyerang, cukup "counter attack" saja)

  2. Setiap hari menyempatkan diri untuk diskusi dengan tim secara garis besar sebelum kembali ke hotel, sehingga saat masuk kamar sudah punya gambaran tentang "hasil galian" kawan2 terhadap aplikan di kategori lain.

  3. Jangan pernah terjebak untuk beradu argumen dalam hal redaksional, kita pasrahkan pada ketua tim dan wakilnya untuk memperbaiki redaksionalnya. Yang perlu disepakati hanyalah inti "hasil galian" bukan cara penulisan hasil galian. (Ada ketua tim eksaminer yang memilih salah satu anggota tim menjadi sekretaris agar bahasanya seragam dan tidak saling bertolak belakang, misalnya dijadikan strength (++) tapi muncul juga di OFI (--).

  4. dll (biar ditambahin ama temen2, mau ke toilet dulu, he..he..he..!:-)

Salam

eshape