Sabtu, Desember 24, 2011

Kasih LiLo pada Ibunda

Hari ini, Jumat 28 Juni 2013, kisah "Kaasih Lilo pada Ibunda" ini kubaca lagi dan akupun kembali ingat Lilo yang sekarang sudah (lebih) besar.

"Lilo dimana ya? Kok dari tadi tidak kelihatan?", kataku pada seisi rumah.
"Pergi sama temannya pak"
"Kemana?"
"Gak tahu, ke alun-alun barangkali.."
"Lho ngapain ke alun-alun?"
"Ada pasar malam pak"
"Wah, dimana dia sholat maghrib ya?"
"Paling di rumah temannya, seperti kalau temannya sholat disini"

Selepas Isya baru Lilo muncul di rumah. Keningnya diplester memakai band aid dan tangannya membawa sebuah tas.

"Ini Bu hadiah hari Ibu buat Ibu"
"Haaaa...?"

Seisi rumah langsung terdiam dan terpana melihat Lilo menyerahkan tas pada Ibundanya.

"Kok tumben kamu ngasih hadiah Ibu Lo?"
"Kan ini hari Ibu, dan tas itu murah kok", jawab LiLo enteng.
"Bukan soal murahnya, tapi kamu kok kepikiran membelikan tas... ya ampun tas ini persis dengan yang kuinginkan", kata Ibunda Lilo dengan penuh haru

Lilo jadi tersipu malu ketika melihat bapaknya juga memberikan pandangan kagum padanya. Diapun langsung mengelesot di kaki bapaknya.

Kupeluk Lilo dengan penuh rasa haru, sambil berpikir darimana Lilo dapat uang untuk beli hadiah itu.



"Pak, habis ini aku dikawani beli tongkat pramuka ya?"
"Itu yang mau kutanyakan padamu. Besok kamu kemah, lha kok persiapanmu tidak terlihat?", tanyaku dengan penuh keheranan

Lilo langsung masuk ke kamarnya dan keluar membawa check list barang yang harus dibawa. Mulai dari kompor, lampu tenda, serta segala macam perlengkapan lainnya.

"Kok banyak banget Lo? Kamu ketua Regu lagi ya?"
"Bukan!"
"Dulu waktu kamu jadi ketua regu, bawaanmu banyak sekali. Sekarang sudah tidak jadi ketua regu kok masih banyak bawaanmu?"
"Aku sekarang jadi anggota regu, bawaannya harus banyak pak"
"..???..."

Lilo kemudian mulai memeriksa bawaan yang masih perlu dibeli dan mengajakku keluar rumah.

"Ke toko Kurnia ya pak. Beli perlengkapan pramuka"
"Bukannya kamu sudah dikasih uang untuk beli perlengkapan pramuka?"
"Sudah habis uangku pak, sudah tak belikan hadiah untuk Ibu", jawab Lilo polos tanpa merasa ada beban.

Seisi rumah langsung meledak dengan tawa ketika mendengar ucapan Lilo. Dasar Lilo, ada saja kelakuannya yang bikin kita tertawa bersama.

"Kamu memang anak baik Lo. Sudah bisa membuat kita tersenyum dan bangga pada kelakuanmu"


Kasih Ibu kepada Beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai Sang Surya menyinari Dunia

Artikel Kasih Lilo pada Ibunda ini kubaca lagi karena ada yang berkomentar di artikel ini.

2 komentar:

Gue mengatakan...

Heehee... saya turut bangga dan senang atas prilaku Lilo... Semangat terus ya Lilo!!
Jadi sedih saya membaca cerita ini,,, kangen dengan ibu saya di kampung halaman...

eko sutrisno mengatakan...

Salam.

Makasih apresiasinya mas.
Semoga Lilo tetap istiqomah ya.
Amin.

Salam sehati