Jumat, Desember 30, 2011

Bapak harus pakai Sepatu Safety !

"Bapak harus pakai Sepatu Safety !"
"Wah.. kenapa mas?"
"Bapak ini apa tidak sayang dengan  kakinya? Kalau kelindas mobil gimana?"

Itu dialogku dengan mas Lilo, ketika aku berniat untuk mengganti sepatu safetyku yang sudah usang dengan sepatu biasa. Gara-gara aku bercerita tentang fungsi sepatu safety, maka Lilo jadi kepikiran agar bapaknya selalu memakai sepatu safety kemanapun perginya.

"Silahkan dicontoh pak Eko, kemanapun selalu pakai sepatu safety !",

Nah, kalau ini ucapan mas Robby Adiarta, juragan Angkringan Cekli Kudus dalam salah satu statusnya. Anakku yang cewek pernah juga menanyakan padaku tentang kehebatan sepatu safety.

"Bener pak, kalau sepatu itu kelindas mobil kaki bapak gak apa-apa?"
"Hmm... tergantung kelindasnya dimana"
"Maksud bapak?"
"Kalau kelindas di mata kaki, ya kakiku dijamin patah"
"Terus... kata Lilo sepatu bapak bisa menahan beban roda mobil truk, bener gak?"
"Coba rasakan ujung sepatu bapak. Nah, pasti terasa ada yang beda dengan ujung sepatu bapak yang biasanya. Ada besi disitu yang berfungsi untuk menahan beban agar kaki tetap selamat"
"Oooo... jadi kalau Sepatu pada bagian yang ada besinya ini dilindas mobil, maka kaki bapak aman. Gitu ya pak?"



Dialog tentang safety memang tidak sering kita lakukan dalam kehidupan rumah tanggaku, tapi beberapa kali kalau mereka menanyakan hal-hal tertentu yang berhubungan dengan K3, maka aku biasanya menjelaskan kepada mereka dengan sejelas-jelasnya.

Sebagai seorang yang hampir tiap hari ngurusi K3LMP (Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan, Mutu dan Pengamanan),  maka aku memang terbiasa untuk diskusi masalah seputar K3LMP, sehingga anak-anakku selalu puas dengan jawabanku.

Pagi ini aku membaca tulisan tentang K3 dan aku tersadar, bahwa yang kulakukan di keluargaku ternyata masih jauh dari sempurna. Jauuuuuh banget rupanya.

Ada tulisan seorang wanita tentang K3 dalam kehidupan sehari-hari. Membacanya seperti mengingatkan pada kita bahwa K3 adalah masalah semua orang, bukan hanya masalah petugas K3 saja.

Dengan ijin yang punya, maka tulisan itu kutempel disini.

+++


Tergelitik saat ada pembahasan bahwa vacant untuk posisi safety = laki-laki. Berbagai comment yang positif walau ada yang disampaikan dengan sedikit "bahasa melemahkan" membuat saya tertantang untuk memotivasi diri saya sebagai kaum Perempuan untuk tetap semangat terjun ke K3LH.

K3LH = Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup.

Tapi menurut saya terlalu sempit dan dangkal kalau K3LH cuma didalam pagar industri, karena K3LH ada dalam setiap detik kehidupan di dunia. Orang yang pertama kali mengenalkan K3LH adalah perempuan karena :

Dimulai ketika menjadi Seorang Ibu
Ketika berbahagia mengetahui dirinya hamil, mengalami mual dan “morning sickness” perempuan akan memikirkan dan melakukan penatalaksanaan K3LH bagi dia dan anaknya di dalam perut dengan memaksakan minum susu, berusaha menjaga pikiran dan perkataanya, biar tidak “kualat”. :D

Ketika kakinya mulai bengkak, bahkan Varises, tubuhnya mulai membengkak dan susah bergerak, bersusah-payah mengandung bayinya selama 9 bulan lebih dan dia tetap berusaha melakukan pekerjaan rumah tangga Bahkan tetap “melayani” suaminya dengan tetap memikirkan dan melaksanakan K3LH bagi dirinya dan anaknya.

Ketika mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelahiran sang bayi ; Baju, botol susu, ranjang, bedongan, Perempuan juga memikirkan dan memastikan K3LH bagi anaknya.

Saat dia melahirkan dan meregang nyawa, perempuanpun melakukan penatalaksanaan K3LH :)

Saat mulai anaknya muncul kedunia hingga akhir hayat seorang perempuan hidupnya disibukkan dengan K3LH, Orientasi, safety behavior, safety practice,  safety management dll untuk keluarganya, yang akhirnya
menghasilkan para ahli K3LH bukan cuma di Indonesia, tapi juga di Dunia.

Sebagai istri, sebagai ibu perempuan terus melakukan improvisasi K3LH dan terobosan terobosan yang kadang tidak terpikir oleh Pria, namun kadang diabaikan dan tidak di hargai.

Bahkan mungkin tanpa disadari,  para pakar dan orang sukses di K3LH itu akan terenggut kesuksesannya manakala perempuan sebagai istri dan ibu anak-anaknya tidak melaksanan manajemen K3LH dengan baik dalam rumah tangganya. Sayangnya jarang juga ada reward untuk itu ya ;)

Sebagai perempuan yang terjun ke K3LH industri tidak jarang pelecehan pun diterima perempuan karena "fitrah perempuan". Tapi disitulah seni dan tantangan kita sebagai perempuan untuk bisa bermain cantik untuk mengendalikan itu semua.

Ingat, dibalik kesuksesan kaum pria selalu ada perempuan yang hebat.
Maka bukan juga hal yang mustahil dibalik industri raksasa yang hebat, ada perempuan yang mengendalikan K3LH dengan baik.

K3LH bukan sekedar terjun ke lapangan. Tapi how to manage people to make them  concern and motivated to think K3LH first.

Jadi buat para perempuan, jangan patah arang hanya karena sebuah iklan lowongan. Karena ada banyak lowongan K3LH di dunia ini yang juga sebagai sarana  untuk mencapai K3LH award di akhirat karena belajar dan berkarya dalam TUHAN adalah ibadah terindah. Justru inilah PR kita untuk membuktikan bahwa perempuan juga mampu, dan suatu saat tidak ada lagi lowongan K3LH yang mensyaratkan jenis kelamin.

Maaf, bagi yang kurang berkenan dengan tulisan ini. Hanya sekedar memotiviasi gender saya untuk tetap maju.

Terima kasih Ibu, untuk mengenalkan K3LH padaku ;)

Salam Semangat,
ERNYDAR
Sent from BlackBerry® on 3

+++

Tulisan yang sederhana tapi langsung menggugah semangatku untuk berbagi masalah K3LMP dengan siapa saja yang membutuhkan maupun yang tidak (merasa) membutuhkan.

Salam sehati


2 komentar:

dessi_goldfish mengatakan...

Wowww,,, tulisanya keren pak,,,
ayooo pak buat blog tentang safety, jadi bisa lebih banyak orang yang tau dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari deh,,,
*jempol* :).

eko sutrisno mengatakan...

Salam buat Dessi si ikan emas

Kalau Deni manusia ikan ya?
Hehehe... iya nih mau buat tulisan khusus tentang safety untuk kehidupan sehari-hari.
Maunya sih ditulis di http://senyum.blogdetik.com

Salam sehati