Minggu, Oktober 04, 2009

Peduli Gempa 2009 di Cikarang [TDA dan Cimart]

Awalnya hanya acra HBH [halal bi halal] seperti biasanya, namun sikon yang berubah begitu cepat membuat acara ini berubah juga. Tadinya hanya sepedaan dari Montana [rumahku] menuju ke KTB [Kupat Tahu bandung] tempat halal bi halal MMB [mastermind bekasi]. Yah seperti acara sepedaan bulan Mei dulu




Mengingat toko Cimart baru buka gerai di ruko Anggrek, maka lokasi start kupindahkan ke toko Cimart saja, jadi bisa lebih nyaman nunggu teman-teman yang ingin sepedaan.

Pak Atopun langsung mengumumkan bahwa siapa saja yang makan di KTB akan mendapat diskon gila-gilaan alias segila-gilanya. Terakhir tenryata malah tidak ada diskon sama sekali, karen amuncukl ide yang lebih gila lagi.

Semua yang makan di KTB gak perlu mbayar ke pak Ato, tapi langsung bayar ke kotak amal yang akan disediakan di meja kasir dan semua hasil penjualan itu akan disumbangkan ke posko Peduli Gempa yang akan dibuka di Toko Cimart.




Ini memang ide dari pak Afrizal [dirut Cimart] dan pak Wawan [dirut NetCom], serta para Cimarter lainnya. Toko Cimart mulai hari Sabtu sudah didandani dengan spanduk POSKO Peduli Gempa Sumbar.

Gayungpun bersambut, mas Hendra bahkan merelakan semua kerupuk kemplangnya dihibahkan ke posko peduli Gempa Cimart.

Inilah kerja sama yang saling menguntungkan antara para anggota komunitas TDA [tangan diatas] dengan para Cimarter yang sedang "on fire".




Pagi-pagi, para Cimarter dan sekaligus anggota TDA sudah meramaikan suasana toko Cimart. Seragam kaos kuningpun dikenakan oelh para anggota TDA [kulihat di dalam kaos kuning itu ada kaos TDA Bekasi, hehehe...kulit luar Cimart, tapi hatinya TDA, gitu 'kali maknanya].

Para pejalan kaki di depan toko Cimart terlihat tertarik dengan berkumpulnya para bapak-bapak di depan toko ini. Mereka akhirnya paham bahwa hari ini adalah hari peduli gempa di toko Cimart, sehingga bapak-bapak yang biasanya langsung olah raga di pasar festival, hari ini pada ngumpul di depan toko Cikmart, yang biasanya masih sunyi sepi.

Setelah toko mulai ramai oleh para Cimarter, maka pak Afrizal memboyong para Cimarter untuk jalan ke arah pasar Festival. Yang datang pakai sepeda langsung nggenjot sepedanya, sedang yang datang pakai sepeda motor cukup berjalan kaki saja ke pasar festival.

Suasana pasar yang hiruk pikuk dengan pengunjung ini makin ramai oleh kedatangan dua tim pencari dana untuk korban gempa Sumbar.




Satu kelompok memakai seragam jas biru-biru, sedangkan satunya memakai kaos kuning-kuning. Yang membedakan mereka adalah warna seragamnya [hehehe...yang ini sudah jelas] dan umur mereka. Yang satu kelompok sudah bapak-bapak [meski ngakunya masih under 30 tahun] dan satunya muda mudi yang ganteng dan cantik-cantik [namanya saja muda mudi, ya cantik dan ganteng kan?].




Selesai muterin pasar Festival, maka rombongan menuju ke KTB [Kupat Tahu bandung] pak Ato. Berendeng beberapa sepeda mengarah ke KTB, sementara yang lainnya memakai sepeda motor atau mobil.

Ide untuk beli sepeda langsung muncul lagi, karena kebetulan ada juragan sepeda yang ikut sepedaan di acara ini. Kita tunggu saja berita kredit sepeda ini [setelah bulan lalu sukses menagdakan kredit note book].

Lilo, yang kalau bersepeda model Rosi "The Doctor" langsung menggebrak, sehingga akhirnya tabrakan dengan pengendara sepeda yang lain.




Setelah Lilo minta maaf pada pengendara sepeda yang lain, maka perjalanan dilanjutkan dan Lilo kembali meliuk-liuk dengan sepeda tanpa remnya itu.

Kalau sudah begitu aku sering mengurut dada, "nyontoh siapa ya Lilo ini? apa nyontoh aku waktu aku kecil dulu ya?"

Sampai di KTB suasana sudah ramai. Spontanitas yang tak terkoordinir ini membuat para peserta sepedaan punya rute sendiri-sendiri. Ada yang sampai bunderan Golf Jababeka langsung pulang, ada juga yang tetap ikut rute yang sebelumnya sudah disepakati.

"Aku tadi ke rumah mas Eko dan sepi, maka aku langsung ngejar sesuai rute, tapi nggak ketututan juga mas. Pada ngebut ya?", kata salah satu pengendara sepeda yang mengikuti rute asli.

"Hehehe...bapak nggak baca imil terakhir ya?"

Rupanya banyak peserta yang sudah tidak buka imil di hari menjelang hari H, sehingga perkembangan rute dan acara tidak tersosialisasikan ke peserta.

Akibatnya yang datang ke KTB juga bergiliran, tidak seperti acara sepedaan yang dulu, para peserta pada numpuk jadi satu kloter.




Jam 09.30 akupun balik ke toko Cimart untuk mengecek hasil pemngumpulan dana ini. Tenryata kotak sudah diambil oleh pak Afrizal untuk dihitung dan digabungkan dengan yang ada di pasar festival.

Yang kutahu, sampai sekitar jam 10.00 kondisi perolehan sumbangan adalah sebagai berikut :

- Kotak amal yang ada di Cimart ditambah yang kemudian diboyong ke KTB hasilnya adalah 1.053 + 525 atau 1.578
- Kotak amal yang dikelilingkan di Pasar Fatival adalah 535

Total sekitar 2.113 ribu rupiah atau 2.1 juta.

Lumayan sebagai hasil spontanitas tanpa koordinasi. Tinggal nanti perlu dikooridinasikan lagi agar dapat memperolah bantuan dana yang lebih besar. Kita semua tahu, gempa ini lebih dahsyat dibanding gempa di Yogya.

Jadi tepatlah kalau tim PU DIY saat ini ikut terbang ke Sumbar untuk memberikan masukan dan tindakan nyata terhadap penanganan gempa di Sumbar. Kita tahu bahwa DIY termasuk yang dianggap sukses menangani kejadian pasca gempa.

Sukses dan salut buat tim relawan dari DIY [PU maupun UGM] yang telah meluncurkan timnya ke Sumbar. Semoga menjadi amalan yang baik buat mereka. Amin. Posko Waskita Sumbar siap membantu tim ini dalam menangani semua kegiatan pasca gempa. Semoga muncul sinergi di antara kedua tim ini.

Semoga juga semua amalan para donatur itu diterima Allah swt.
Amin

+++

artikel [tidak] terkait
Posko Waskita di Sumbar

2 komentar:

Hendra Permana mengatakan...

Wah...CiMart memang MANTAPS...berbagi kepedulian lewat aksi nyata (baca : ACTION) di lapangan...
Berkah buat usaha CiMart dan CiMarters semua...Amin..

Bee mengatakan...

Asli TDA......selalu berbagi tiada henti......

Sukses Slalu MM Poksa 1