Jumat, Februari 06, 2009

Bahasa Indonesia No.3 di Dunia



Apa yang menarik dari ucapan Matt Mullenweg sang bidan wordpress tentang Indonesia. Katanya," Bahasa Inggris merupakan bahasa terbesar pertama di situs wordpress dan bahasa Indonesia menduduki urutan ke tiga setelah bahasa Spanyol"

"Itu sebabnya aku kesini, untuk menghormati para pemakai wordpress di Indonesia", lanjutnya.

Wow... begitu rupanya ya..!:-)

Aku jadi inget profesor Sunaryo, ahli pengairan Indonesia dari UGM. Beliau ini malang melintang di mana-mana, baik di Indonesia maupun di manca negara. Kelemahan dan kelebihan beliau adalah pada kemampuannya berbahasa.

Diamanapun dia ceramah, maka yang dipakai selalu dan selalu hanya bahasa Indonesia. Bahasa non Indonesia tidak pernah menarik hatinya.

Tentu hal ini menjadi merepotkan bagi panitia, karena harus menyediakan penterjemah yang pandai berbahasa asing sekaligus pandai dan menguasai masalah teknik pengairan.

Tuhan rupanya sudah menyiapkan putra UGM juga untuk menjadi penterjemah beliau, namanya Pragnyono.

Seorang asisten dari prof Sunaryo yang, kata pak Sunaryo sendiri lebih pinter dibanding dia. Kelemahan Pragnyono, kata Prof Sunaryo adalah,"dia lebih muda dari aku dan menurut apa yang kukatakan"

"Kelebihannya, adalah dia bisa menceritakan lebih ilmiah dari aku dan lebih detil", lanjut pak Naryo.

Dua orang ini memang sangat kontras, meski kedua-duanya sangat baik hati. Pak Naryo ini sangat baik hati dalam memberi nilai mahasiswanya, dia suka memberi sisir [nilai E] agar para mahasiswanya pandai berdandan [he..he..he..]

Pak Pragnyono, begitu ramah menerimaku di rumahnya. Dia hilangkan jarak antara dosen dan mahasiswa, sehingga aku merasa nyaman berbicara dengan dia ketika membahas tugas akhir.

Ceritanya, suatu hari pak Naryo ini ceramah di Jepang [semoga gak salah ingat] dan para hadirin tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia.

Seperti biasa, untuk kasus ini pak Pragnyono mendampingi beliau sebagai penterjemah.

Setelah pak Sunaryo cas cis cus dengan sangat lancar, maka pada giliran tanya jawab, pak Naryo bilang begini,

"Makalah sudah ditulis dalam bahasa yang dimengerti oleh hadirin, saya sudah menjelaskan dengan sangat jelas, jadi kalau ada pertanyaan, silahkan diajukan dan asisten saya yang akan menjawab. Saya baru akan menjawab kalau asisten saya tidak mampu menjelaskan apa yang saya sampaikan tadi"

Sudah pasti, karena asistennya lebih pinter bahasa Inggris, dan sangat memahami masalah, maka semua penanyapun terpuaskan.

"Nah, asistennya saja sudah begitu hebat apalagi aku", kata pak Naryo terbahak-bahak.

Para mahasiswapun ikut tertawa terpingkal-pingkal mendengar celoteh pak Naryo ini.

Begitulah pak Naryo yang kukenal. Orang yang sangat humoris dan selalu menyediakan separuh jam kuliahnya untuk bercerita tentang hidup dan kehidupan [terutama yang menyangkut masalah wanita].

Kecintaan pak Naryo pada bahasa Indonesia membuat aku ikut menulis blog hanya dalam bahasa Indonesia [soale angel kalau nulis dalam bahasa Inggris]. Toh di wordpress sudah jadi bahasa ke 3 dunia.

Yuk bangga berbahasa Indonesia.

Salam


Rabu, Februari 04, 2009

Internet Sehat Award 2009

Ingin berpartisipasi dalam menumbuhkembangkan internet sehat di Indonesia?

Silahkan baca baik-baik disini dan disini.

Mau download materi internet sehat, bisa diambil disini.

Internet Sehat Blog Award 2009 ini adalah penghargaan yang diberikan kepada pengelola blog (blogger) yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan di blog. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan tindakan atas pembacanya untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia.

Kriterianya ada education blog, family blog, student blog, travel & culinary blog, techno blog, citizen journalist, inspirative blog, Best of The Best blog dan Super Blog.

Internet Sehat

Mau lihat wajah para yurinya?

Ini dia


Selamat mengikuti.

Salam

Selasa, Februari 03, 2009

SlumDog Millionaire


Harapan. Itulah sebuah kata yang telah memberi kekuatan luar biasa bagi Jamal. Harapan telah mampu membuat seorang Jamal melakukan segala hal demi bertemu dengan Latika, buah hatinya sejak ia masih anak-anak.

Perjalanan cinta Jamal ini tertuang lewat scene-scene yang berujud kilas balik. Rangkaian kilas balik inilah yang membuat penonton jadi keasyikan, bahkan bisa jadi film India ini benar-benar telah berubah menjadi film yang hollywood banget. Khas film India dengan lagu dan tari baru muncul ketika film sudah berakhir.

Ini memang film India di tangan sutradara Inggris yang piawai meramu warna India dalam kanvas hollywood. Film besutan Danny Boyle ini dikerjakannya bersama sang asisten yang India asli, Loveleen Tandan, dengan merombak novel karya Vikas Swarup berjudul Q & A. Sebuah novel yang sudah penuh dengan penghargaan, sehingga akhirnya film inipun mendapat beberapa penghargaan.

Keinginan Jamal untuk main dalam kuis "Who Wants to be A Millionaire" bukanlah keinginan untuk main dan menang. Bahkan Jamal dikisahkan sebagai pemuda yang tidak bisa membaca, bagaimana mungkin ia punya cita-cita untuk memenangkan kuis yang luar biasa sulit ini.

Bahkan untuk pertanyaan yang begitu mudahpun ia tidak bisa menjawabnya. Sang inspekturpun dibuat kagum dengan retorika berpikir Jamal, ketika ia menanyakan mengapa pertanyan yang semua orang India bisa menjawab justru tidak dijawab Jamal, tetapi pertanyaan yang sulit malah selalu dapat dijawab dengan baik.

Jamal tiba-tiba mengajukan beberapa pertanyaan yang sepele pada sang inspektur dan itu adalah pertanyaan sederhana yang tak dijketahui jawabannya oleh sang inspektur.

Kepiawaian menjawab pertanyaan kuis super sulit ini menjadikan sang "Tantowi Yahya" alias pemandu kuis menjadi berang. Iapun mulai geram dengan kelakuan Jamal yang selalu bisa menjawab pertanyaannya. Dalam dunia nyata pemandu kuis ini adalah Amitabh Bachchan, namun dalam film ini diperankan oleh orang yang mirip dengannya. Sosok Bachchan yang lagendaris rupanya tidak mau dirusak oleh citra buruk sang pemandu kuis yang jahat dalam film ini.

Berbagai cara dilakukan sang pemandu kuis untuk menteror mental Jamal dan akhirnya bahkan menjebloskan Jamal dalam penjara, demi untuk mengetahui cara yang dipakai Jamal dalam menjawab deretan pertanyaan yang super sulit itu.

Pertanyaan yang sulit dari kuis itu memang selalu melempar Jamal dalam kisah kehidupannya secara kilas balik, mulai dari anak-anak, ABG sampai menjadi remaja. Rangkaian kilas balik itulah yang mampu menjawab rangkaian pertanyaan dalam kuis.

Penontonpun dibuat semakin terpaku oleh drama kehidupan keluarga Jamal, mulai dari meninggalnya ibu tercinta, kelakuan kakak Jamal [Salim], perjumpaannya dengan Latika dan cinta Jamal yang seolah tak berujung.




[melihat heli Amitabh Bachchan]


Ini memang film drama yang telah membuktikan dirinya dengan penghargaan dari Golden Globe 2009. Tidak salah kalau memang film berdurasi 2 jam lebih ini menyabet penghargaan sebagai film drama terbaik. Film inipun telah mendapat penghargaan sebagai film dengan sutradara terbaik, penulis naskah terbaik dan pembuat musik terbaik. Kayaknya penghargaan lanjutan akan segera menyusul, melihat kehebatan film ini.

Bila ingin berwisata keluarga dengan tujuan menonton film, maka film ini layak untuk ditonton. Kita akan merasa telah menonton sebuah film Indonesia, karena seting cerita yang begitu mirip suasana Indonesia dan sekaligus serasa menonton campuran film Inggris, India dan Amerika, karena aroma itulah yang disajikan dalam film ini.

Kalau di film laskar pelangi, para bocah asli Babel telah tampil memikat, maka di film ini bocah Mumbailah yang tampil memikat. Merekapun mendapat berkah dengan adanya bea siswa untuk pendidikan sekolahnya dan sejumlah uang yang sudah menanti saat mereka dewasa nanti. Kepolosan bocah-bocah inilah yang membuat penonton terbius untuk tidak bergerak selama film berlangsung dan sang sutradara merasa perlu untuk membayar sebagian honor mereka saat mereka sudah besar nanti.

Mungkin kemiskinan warga Mumbai yang membuat pemikiran itu, karena berapapun uang yang didapat saat ini bukan mustahil hanya akan habis tanpa sempat dinikmati oleh sang bocah dikala mereka memerlukannya nanti.

Selamat menonton.

Slumdog Millionaire PG-13 memang layak menjadi tontonan keluarga. Meski biaya pembuatannya murah meriah dan tanpa aktor kondang, tapi inilah memang film sederhana yang layak tonton.

Mau lihat trailernya silahkan klik disini
Pingin tahu lebih jauh silahkan klik disini
Ringkasan cerita disini bisa dilihat
Gambar-gambar bisa dilihat disini
Cuplikan dari wikipedia bisa dilihat disini

update !!!
Bagi penggemar fisbuk, silahkan jadi penggemar film ini disini

Minggu, Februari 01, 2009

Atribut Partai Yang Bikin Mata Sumpek

"Poster-poster Caleg ini kita bersihkan saja dari lingkungan kita pak Dhe. Pandanganku sumpek melihat wajah-wajah caleg yang selalu tersenyum di saat perlu saja, seperti saat ini", seperti biasa Khalid pasti langsung pada pokok permasalahan.

"Iya pak Dhe. Baliho partai XXX yang gedhe itu bahkan kemarin jatuh sendiri, gara-gara masangnya nggak bener. Untung nggak ada yang celaka gara jatuhnya baliho itu", timpal Udin.

"Kenapa ya para petinggi partai tidak melihat kondisi ini. Mereka kan orang-orang pinter. Seharusnya mereka tahu, pemasangan atribut partai yang tidak bener dan asal tempel itu jelas merusak keindahan, merusak lingkungan bahkan merusak budaya kita"

Seperti biasa, pak Dhe selalu menanggapi semua berondongan dari para pemuda mushola dengan senyum khasnya.

"Khalid masih inget waktu natalan kemarin?", kata pak Dhe pada Khalid.

"Lho apa hubungannya pak Dhe. Ya pasti inget donk. Itu kan pesta semalam suntuk di rumah Bang Marpaung"

"Nah, waktu itu Khalid ikut membantu mengatur lalu lintas di depan rumah Khalid. Ikut mengatur parkir, tetapi tetap saja banyaknya mobil membuat Khalid susah memarkir mobilnya sendiri. Belum lagi suara musik yang tidak berhenti sampai larut malam"

"Iya benar pak Dhe"

"Nah, waktu itu meskipun terganggu, tapi Khalid tetap tidak melakukan protes dan melaporkan kebisingan itu ke pak RT"

Khalid mulai menangkap arah pembicaraan pak Dhe.

"Nah, kamu Udin. Waktu lebaran kemarin apa yang dilakukan oleh Pak Kiai Sudrun dan keluargamu?", pak Dhe berpindah tanya ke Udin.

"Yah, kita adakan acara makan bersama dari pagi sampai malem. Maklum saudara pak Kiai dan juga kenalan pak Kiai sangat banyak. Mereka datang dari segala penjuru kota maupun desa. Keluargaku yang juga banyak malah ikut diundang di rumah pak Kiai, yah karena pak Kiai memang sangat dekat dengan anak-anakku", jawab Udin.

"Terus apa komentar Bang Silitonga? Apa dia terganggu dengan keramaian tetangga dekatnya itu?", kata pak Dhe

"He..he...he... pak Silitonga malah nyumbang nyanyi pak Dhe. Dia baru gelagapan ketika disapa oleh pak Kiai Ageng, soalnya pak Silitonga fasih nyanyi lagu arab tapi gak bisa bahasa arab sedikitpun", kata Udin tertawa kecil.

"Jadi begitulah suasana di republik kita ini. Anggap saja ini lomba masak nasi goreng, jadi ya kita beri kesempatan yang mau ikut lomba untuk menyiapkan diri dengan caranya masing-masing"

"Memang diperlukan tenggang rasa dari semua pihak. Para petinggi partai perlu mengarahkan mesin partainya agar tidak masang atribut partai sesuka sendiri dan diperlukan tenggang rasa dari kita, non partai, bila melihat pemasangan atribut partai yang tidak sesuai dengan aturan. Ini pesta rakyat dan kita sebaiknya ikut berpartisipasi dengan baik dan benar"

"Mereka itu hanya baik di saat seperti ini pak Dhe. Kalau pemilu sudah usai, maka mana mau mereka melihat lagi pada kita. Mereka memberi janji bukan bukti pak Dhe", Khalid tetap sengit bila membahas partai.

"Pesta, dimana-mana memang perlu tenggang rasa dari semua pihak. Namanya saja pesta, jadi hanya sekali-sekali, tidak tiap hari"

Pak Dhe diam sejenak menanti reaksi pendengarnya.

"Saat ini para calon wakil rakyat sedang memeras otak agar menemukan cara terbaik untuk memajukan republik ini. Mari kita bantu mereka dengan memberi ruang yang cukup. Biarkan mereka menebarkan pesonanya, menebarkan programnya, agar bisa dinilai oleh kita-kita ini. Yang baik kita pilih yang tidak baik ya tidak usah kita pilih"

"Aku golput kok pak Dhe. Tidak haram kan?" Udin bertanya sambi melihat ke Khalid.

"Aku tahu, kamu dan Khalid pelopor golput di pabrik ini. Itu hakmu dan tidak ada yang bisa merubah hakmu itu kecuali kamu sendiri, tapi jangan paksa orang untuk golput. Mereka juga punya hak untuk memberikan suara atau tidak memberikan suara", kata pak Dhe sambil tetap tersenyum.

"Yang penting jangan sampai partai itu membuat kita terkotak-kotak. Jangan sampai persaudaraan kita, pertemanan kita, kekerabatan kita tergangu oleh pesta yang hanya sesaat ini. Kita bisa toleransi dengan umat lain tentu bisa juga toleransi dengan sesama penduduk Indonesia"

"Pak Dhe sendiri milih partai mana ya?", penasaran Khalid bertanya ketika melihat pak Dhe beranjak dari duduknya menuju ke ruang wudhu.

"Jangan-jangan pak Dhe milih partai cerdas yang suka kampanye mengatas namakan Islam itu ya?", Udin ikut beringsut mendekati pak Dhe.

Pak Dhe menepuk-nepuk pundak Khalid ketika dia berkata, "Aku perlu sholat tahajud dulu di malam menjelang hari "H", agar dipilihkan partai yang paling cocok untuk Indonesia. Semua partai baik, sehingga aku perlu meyakinkan diriku dengan bertanya pada yang Maha Tahu."

Khalid manggut-manggut dan mulai berpikir untuk mengikuti saran pak Dhe.

"Golput itu pilihanku, tapi aku juga bebas berubah pikiran", pikir Khalid sambil tersenyum cerah.

Indahnya DuniaKu dan keluargaKu

Minggu pagi, 1 Pebruari 2009, akhirnya bisa jalan-jalan pagi lagi. Sayang hanya satu anak yang ikut, yang lainnya sudah punya alasan sendiri-sendiri untuk tidak ikut.

Acaranya ya jalan-jalan di seputar rumah saja. Siapa tahu ada anakku yang lain yang nyusul.




Lilopun berbuat yang aneh-aneh, sambil menunggu kemunculan kakak-kakaknya. Dia nyoba terbang biar bisa nyusul Gatotkaca di angkasa. He…he…he.. mimpi kali ni yee…!:-)




Ketika sampai di jembatan penyeberangkan LiLo kaget.
“Lho…! Jembatannya ilang pak…!”
Yah…. Rupanya jembatan bambu di selokan itu hanyut keterjang banjir. Yang tinggal hanya bekas-bekasnya saja.



Yowis jalan lagi aja, muter dikit. Eh ... malah nemu Pemadat Tiga Roda. Action sebentar deh di depannya. Seneng deh lihat LiLo ketawa [kayak bapaknya]


Capek muter-muter di sekitar rumah. Kuajak LiLo beli majalah saja. Pulang dulu, ambil tandem terus dikayuh menuju penjual majalah.


Kesukaan liLo pas sama dengan aku ketika kecil. Komik Donald Bebek. Kalau aku sih milih Kompas Minggu. Ada cerita Koes Plus disana dan juga Red Clift II.


Selesai mbayar, LiLopun cepet-cepet ngajak pulang. Biasa kepingin segera mbaca komik itu di rumah.



Di jalan sempat lihat ada sebuah keluarga yang asyik makan bubur dll. Hmm asyik tuh. Cuek aja mereka nongkrong di pinggir jalan dan menyantap sarapannya.




Eh… ketemu juga dengan rombongan ibu-ibu Jantung Sehat.


Jadi inget dulu pernah jadi Sekretaris Umum Jantung Sehat Perumnas Condong Catur [tahun berapa ya? 80an deh].

Ketuanya pak Dokter yang terkenal dan kaya raya, sekretarisnya Tukang Insinyur yang lebih terkenal [he...he..he... narsis dikit ya] dan kaya hati [astaghfirullah, ini lebih dari narsis deh…]

Pasangan itu memang sangat cocok, soalnya pak Dokter punya ilmunya [dia bisa njelasin kenapa harus ikut Jantung Sehat dengan detail dan tak terbantahkan], sedangkan aku punya masa [maklum saat itu, jadi ketua pemuda masjid, pelatih silat dan ketua pemuda kampung juga].

Uniknya, pak Dokter itu hobi ngrokoknya luar biasa. Kayak sepur deh. Aku sampai heran, kok bisa ya ada dokter yang begitu faham dengan kesehatan tapi hobinya ngrokok.

Alhamdulillah, pagi ini berlangsung dnegan damai dan aku bisa santai menulis blog ini. Sebentar lagi, pasti aku diajak main kartu sama anak-anak cewekku. Mereka baru seneng-senengnya main kartu tuh.

Di ruang lain, kulihat istriku sibuk nyiapin acara masak bersama. Yang dulu diadakan gratis, sekarang diadakan dengan iuran, untuk membeli bahan yang akan dimasak.

He...he...he... ”dosennya” sih gak dibayar, tapi kalau material yang akan dimasak kan harus dibeli. Kasihan kalau peserta kursus pada makan dan tidak mbayar. Mereka kan bisa tersinggung [dikira nggak mampu mbayar ya???].

Semoga sukses acara berbagi ilmu masak ini.

Kalau ada yang punya menu atau resep khas, silahkan kirim ya ke eko.eshape@gmail.com Siapa tahu bisa kita praktekkan juga disini.